Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Redaksi halaman

gambar pantai

www newsskri.com. Pedoman Media Siber Kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan berekspresi, dan kemerdekaan pers adalah hak asasi manusia yang dilindungi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB. Keberadaan media siber di Indonesia juga merupakan bagian dari kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan berekspresi, dan kemerdekaan pers. Media siber memiliki karakter khusus sehingga memerlukan pedoman agar pengelolaannya dapat dilaksanakan secara profesional, memenuhi fungsi, hak, dan kewajibannya sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Untuk itu Dewan Persbersama organisasi pers, pengelola media siber, dan masyarakat menyusun Pedoman

Iklan

Tag Terpopuler

Pelestarian Budaya dan Penguatan Karakter Bangsa, PPBPN Gelar Gebyar Suronan 2026 di Depok

Rabu, 01 Juli 2026 | Juli 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-01T11:49:25Z
 


Depok,newsskri.com


Paguyuban Pelestari Budaya Pusaka Nusantara (PPBPN) sukses menyelenggarakan Gebyar Suronan 2026 di Wisata Rumah Kabeda, Kukusan, Depok, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan ini menjadi wujud komitmen PPBPN dalam melestarikan warisan budaya leluhur sekaligus mengajak masyarakat untuk memahami makna Bulan Suro sebagai momentum refleksi, spiritualitas, dan penguatan nilai-nilai budaya bangsa.

Mengusung tema pelestarian budaya dan penguatan karakter bangsa, Gebyar Suronan 2026 menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan yang sarat makna filosofis.

Acara tersebut dihadiri oleh pegiat budaya, pemerhati pusaka, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat umum yang antusias mengikuti setiap prosesi.

Tiga agenda utama menjadi inti dari penyelenggaraan Gebyar Suronan 2026, yaitu:

1. Sidhikara Pusaka, Wungonan, dan Siraman Sukerta.
Prosesi Sidhikara Pusaka menjadi simbol penghormatan terhadap pusaka sebagai warisan sejarah, budaya, dan kearifan leluhur yang harus dijaga serta diwariskan kepada generasi penerus. 

Melalui prosesi ini, peserta diajak memahami bahwa pusaka bukan sekadar benda bersejarah, tetapi juga mengandung nilai moral, spiritual, dan identitas bangsa.

2. Wungonan dilaksanakan sebagai tradisi doa bersama, tirakat, dan perenungan untuk memohon keselamatan, keberkahan, kedamaian, serta kesejahteraan bagi bangsa Indonesia.

Suasana khidmat mewarnai prosesi ini sebagai bentuk rasa syukur dan harapan agar kehidupan masyarakat senantiasa dilimpahi rahmat Tuhan Yang Maha Esa.

3. Siraman Sukerta menjadi prosesi penyucian diri secara simbolis yang menggambarkan upaya membersihkan lahir dan batin dari berbagai hal negatif. 

Ritual ini dimaknai sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan, keselamatan, dan kehidupan yang lebih baik.

Ketua Pelaksana Gebyar Suronan 2026, Purwanto Budi Santoso, menegaskan bahwa Suronan bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga momentum penting untuk menjaga keberlangsungan budaya Nusantara.

"Momentum Suronan menjadi pengingat bagi kita semua untuk senantiasa menjaga warisan budaya leluhur dengan bijaksana demi kejayaan budaya Indonesia," ujar Purwanto.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan Paguyuban Pelestari Budaya Pusaka Nusantara, Ki Cokro Santri, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melestarikan budaya sebagai perekat persatuan bangsa.

"Mari bersama-sama merawat warisan budaya Nusantara, memperkuat persatuan, serta menjadikan tradisi sebagai sumber inspirasi dalam membangun kehidupan yang harmonis dan berkarakter melalui Gebyar Suronan PPBPN 2026," ungkap Ki Cokro Santri.

Melalui penyelenggaraan Gebyar Suronan 2026, PPBPN berharap masyarakat semakin memahami bahwa Bulan Suro bukanlah bulan yang identik dengan hal-hal mistis atau menakutkan.

Sebaliknya, bulan tersebut merupakan waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi diri, meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, mempererat tali persaudaraan, serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya dan tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Panitia PPBPN menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada WARUNG SOTO KUDUS BOEKIT KENTJANA, Dirgantara 1, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, atas dukungan dan partisipasinya dalam menyukseskan penyelenggaraan Gebyar Suronan 2026.

Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, Gebyar Suronan 2026 diharapkan menjadi agenda budaya yang terus berkembang dan mampu menjadi media edukasi bagi generasi muda agar semakin mencintai, menjaga, serta melestarikan warisan budaya Nusantara sebagai identitas bangsa Indonesia.( Fatar ).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update