Manado, newsskri.com
Komunitas Pekerja Musik Manado (KPSM) secara resmi menutup rangkaian penggalangan dana bagi korban musibah di Sangihe Tamako, Sulawesi Utara, pada Selasa, 5 Agustus 2026. Di hari terakhir kegiatan ini, lokasi penggalangan di Jalan Daan Mogot Link II, Banjer, Kecamatan Tikala, Kota Manado, dibanjiri kehadiran para seniman dan artis dari seantero ibu kota provinsi yang datang dengan semangat kebersamaan yang luar biasa antusias.
Meski terik matahari siang itu menyengat dengan pantulan panas dari aspal jalan yang terasa membakar kulit, hal itu sama sekali tidak menjadi penghalang bagi para seniman dan warga yang ingin menyampaikan rasa kepedulian mereka bagi saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah di Sangihe Tamako. Kegiatan penutupan ini pun berlangsung meriah, didukung sepenuhnya oleh peralatan suara dari Elly Sound dan Reynovan Sound yang menghibur para peserta maupun pengguna jalan yang melintas.
Ketua KPSM Manado, Sheren, dalam pernyataannya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pengguna jalan roda dua maupun roda empat, serta para pejabat yang melintas di lokasi karena adanya gangguan aktivitas lalu lintas akibat kegiatan ini. "Kami juga tidak lupa menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada Coto Makassar dan Kondro Daeng Limpo yang telah memfasilitasi kebutuhan kegiatan kepedulian sosial dari KPSM ini," ujar Sheren.
Lebih lanjut Sheren menambahkan, melihat kekompakan dan kebersamaan yang ditunjukkan oleh seluruh anggota KPSM Manado hingga hari penutupan ini membuat dirinya sangat bangga dan menghargai setiap usaha yang dilakukan. "Mewakili seluruh anggota KPSM Manado, saya ingin menyampaikan penghormatan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah terlibat. Kita sangat menghargai kekompakan yang terjalin, semoga bantuan yang terkumpul dapat bermanfaat dan meringankan beban saudara kita di Sangihe Tamako," tegasnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial tetap hidup kuat di tengah masyarakat Sulawesi Utara, khususnya di kalangan para pekerja seni dan musik yang bersatu padu untuk membantu sesama yang sedang dalam kesulitan.
Penulis: Erny Tangkilisan


Tidak ada komentar:
Posting Komentar