Tangerang,news SKRI.com
Proyek pembangunan dan perbaikan drainase di Wilayah kecamatan tigaraksa kabupaten tangerang.Desa pasir bolang,kembali menuai kritik tajam dari masyarakat dan pengamat. Berdasarkan pantauan kami awak media di lapangan, Dugaan pekerjaan tersebut terlihat tidak sesuai dengan standar teknis yang berlaku, terkesan dikerjakan secara buru-buru, dan bahkan dilakukan tanpa menggunakan alat dasar yang seharusnya wajib ada.3 Mai 2026.
Salah satu warga inisial SN Ia Merasa kecewa adanya,pekerjaan pemasangan drainase yang sangat buruk, ini harus di pasang ulang ujarnya. para pekerja pun mengabaikan Kesehatan keselamatan Kerja (K3).
Di salah satu lokasi proyek di wilayah Kabupaten Tangerang Desa pasir bolang, misalnya, pemasangan komponen utama saluran yaitu u-ditch terlihat sangat semrawut dan tidak presisi.Yang lebih mengkhawatirkan, ditemukan indikasi bahwa pemasangan dilakukan tanpa adanya lantai dasar atau base layer yang seharusnya menjadi fondasi wajib. Akibatnya, beberapa bagian u-ditch sudah terlihat ambles, miring, dan tidak rata, sehingga berpotensi besar menyebabkan penyumbatan air dan tidak berfungsi optimal dalam mencegah genangan.
Proses pengerjaan terlihat sangat terburu-buru, dengan hasil yang kasar dan tidak rapi. Selain tidak memiliki lantai dasar yang memadai, kemiringan saluran juga tidak tepat, sehingga sering terjadi genangan air meskipun hanya hujan ringan. Warga juga mengeluhkan penggunaan material yang diduga berkualitas rendah dan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.
tanah bekas galian proyek dibiarkan berserakan di bahu jalan tanpa penataan yang baik, menyebabkan penyempitan jalan dan menggangu aktivitas warga. Pemasangan saluran juga dilakukan tanpa lantai dasar, dan bahkan tanah bekas galian tersebut digunakan kembali untuk menimbun bagian samping saluran, yang jelas tidak sesuai dengan standar teknis yang berlaku.
Menurut kami awak media sebagai kontrolsosial, Dan publik, kondisi ini merupakan bentuk nyata kelalaian dan kurangnya pengawasan dari pihak terkait. “Pemasangan yang tidak rata, ditambah tidak adanya lantai dasar dan penggunaan alat yang tidak lengkap, jelas membuat drainase gampang rusak dan fungsinya hilang. Padahal, saluran air memiliki peran yang sangat vital untuk mencegah banjir dan menjaga kebersihan lingkungan,” ujar salah satu pengamat.
Proyek pemasangan Drainase ini Dikerjakan Dari Dana (PBH) Tahun 2026/ RP. 85.900.500.
Salah Satu Warga setempat juga merasa kecewa dan khawatir dengan kondisi tersebut. Mereka berharap pihak berwenang dapat segera melakukan pengecekan dan tindakan perbaikan, serta memastikan bahwa proyek-proyek infrastruktur selanjutnya dilaksanakan dengan benar, sesuai standar, dan dengan pengawasan yang ketat.
Sampai saat ini, belum ada tanggapan resmi dari dinas terkait terkait keluhan dan temuan tersebut.
Red) Rudi


Tidak ada komentar:
Posting Komentar