Kabupaten Tangerang,newsskri.com
Kegiatan Kokulikuler yang seharusnya menjadi sarana pengembangan diri siswa justru menjadi beban bagi orang tua/wali murid, Salah satu orang tua/wali murid SMPN 1 Curug, Kabupaten Tangerang mengeluhkan biaya Rp. 900.000 ribu per siswa untuk kunjungan ke Taman Cibodas Cianjur Jawa barat.
"Di temui disekolah salah satu orang tua/ wali murid memaparkan Kita sudah berusaha dengan cara bertanya ke pihak sekolah terkait rincian biaya tersebut, tapi hingga kini belum ada jawaban yang jelas dari pihak sekolah," ujar RK. Kita bukan menolak kegiatan tersebut apalagi kalau kegiatan tersebut sipatnya Positif, tapi yang kita minta disini Transparansi digunakan buat apa saja uang tersebut (21/01/2026).
Sebab bagi kita uang segitu lumayan besar, belum nanti ngasih lagi buat uang saku anak, jadi wajarlah kalau kita orang tua/wali murid minta rinciannya, senada dengan itu Ros juga orang tua/wali murid merasa khawatir dengan pemberangkatan tersebut, mengingat alam yang saat ini sedang tidak bersahabat, Cuaca yang lagi ekstrim sekarang ini jadi takut ," jelasnya.
Ditempat terpisah salah satu siswa kelas VII mengatakan tidak bisa ikut Kokulikuler, karena tidak ada uang. dan sudah siap dengan konsekuensi nya, bahkan sudah ikhlas kalau tidak dapat nilai rapot dan bila nanti tidak naik kelas, bukannya tidak berusaha saya sudah komunikasi sama guru pembina, namun guru pembina bilang, ini sudah kebijakan dari sekolah. yang tidak bisa ditawar ucapnya," dengan nada pelan.
Di lain waktu Tolopan Manurung Selaku Ketua Umum DPP LSM-BPPB ( Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Bersama Peduli Pendidikan Bangsa ). Mendesak agar sekolah tidak menjadikan Kokulikuler sebagai ajang pungutan biaya yang membebani orang tua, dari tahun-tahun sebelumnya kita sudah menyoroti, kalau Kokulikuler yg sekarang ini namanya. bernuansa piknik/rekreasi dari pada edukasi, sehingga sering kali dianggap tidak relevan dengan kebutuhan belajar.
"Menurut Ketua Umum LSM BPPB ini, lebih baik Mengadakan Kokulikuler yang terjangkau baik tempat dan juga biaya, dari pada Kokulikuler mewah di Cibodas sana namun bikin pusing (membebani) orang tua, maka dari itu" Tolopan Manurung meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, agar menindak tegas pihak sekolah yang tetap mengadakan Kokulikuler Terutama yang bersifat, diwajibkan.(tim).



Tidak ada komentar:
Posting Komentar