Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Redaksi halaman

gambar pantai

www newsskri.com. Pedoman Media Siber Kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan berekspresi, dan kemerdekaan pers adalah hak asasi manusia yang dilindungi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB. Keberadaan media siber di Indonesia juga merupakan bagian dari kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan berekspresi, dan kemerdekaan pers. Media siber memiliki karakter khusus sehingga memerlukan pedoman agar pengelolaannya dapat dilaksanakan secara profesional, memenuhi fungsi, hak, dan kewajibannya sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Untuk itu Dewan Persbersama organisasi pers, pengelola media siber, dan masyarakat menyusun Pedoman

Iklan

Tag Terpopuler

Seribu Santri Semarakkan Apel Hari Santri 2026 di Tangsel

Kamis, 22 Oktober 2026 | Oktober 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-22T08:54:06Z


TANGSEL,newsskri.com


Sebanyak 1.000 santri dari berbagai pondok pesantren se-Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyemarakkan Apel Hari Santri Nasional 2026 Tingkat Kota Tangsel yang digelar di Lapangan Upacara Pusat Pemerintahan Kota Tangsel, Kamis (22/10/2026).

Apel berlangsung khidmat dan penuh semangat nasionalisme. Kegiatan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para pengasuh pondok pesantren, serta keluarga besar Nahdlatul Ulama.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Wakil Wali Kota Tangsel. Ketua DPRD Kota Tangsel Abdul Rosyid membacakan Pembukaan UUD 1945, Ketua PCNU Kota Tangsel KH. Abdullah Mas’ud membacakan Naskah Resolusi Jihad 1945, dan Kepala Kantor Kemenag Kota Tangsel Ahmad Rifauddin memimpin doa.

Resolusi Jihad Jadi Momentum Historis

Pembacaan Resolusi Jihad 1945 menjadi momentum penting yang mengingatkan peran historis ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan RI.

“Resolusi Jihad 1945 adalah bukti bahwa santri tidak pernah absen ketika bangsa memanggil. Jika dahulu santri berjuang mempertahankan kemerdekaan, hari ini santri harus tampil membangun peradaban melalui ilmu, akhlak, teknologi, inovasi, dan pengabdian,” tegas KH. Abdullah Mas’ud.

Usai apel, suasana semakin semarak dengan persembahan lagu Ya Lal Wathan dan Mars Hari Santri oleh santri Pondok Pesantren Darun Najah 9, atraksi pencak silat oleh Pagar Nusa Tangsel, Tari Saman, serta berbagai pertunjukan seni dan kreativitas santri lainnya.

Rangkaian penampilan tersebut menunjukkan kekayaan tradisi, kedisiplinan, dan potensi besar generasi pesantren dalam menjaga warisan budaya sekaligus menyongsong masa depan.

Dari Resolusi Jihad Menuju Resolusi Peradaban

KH. Abdullah Mas’ud menegaskan, peringatan Hari Santri 2026 menjadi komitmen bersama Pemkot Tangsel, NU, Kemenag, dan seluruh pesantren untuk memperkuat peran santri dalam pembangunan.

“Hari Santri bukan sekadar mengenang sejarah perjuangan para ulama. Hari Santri adalah panggilan untuk melanjutkan perjuangan itu dengan karya nyata. Dari Resolusi Jihad menuju Resolusi Peradaban, santri harus menjadi penggerak perubahan dan pembangun masa depan bangsa,” ujarnya.

Apel Hari Santri Nasional 2026 ini menjadi simbol kuatnya sinergi pemerintah, ulama, dan santri dalam menjaga nilai keislaman, memperkokoh kebangsaan, serta membangun Tangsel yang religius, harmonis, maju, dan berdaya.( Safril ).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update