Bogor,newsskri.com
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa berbagai aspek pendukung tengah dipersiapkan secara menyeluruh, mulai dari penataan kawasan museum, fasilitas parkir, hingga konsep penyajian koleksi dan pameran yang akan memberikan pengalaman edukatif bagi para pengunjung.
“Peresmian Museum Batutulis akan dilaksanakan pada 3 Juni 2026, bertepatan dengan Hari Jadi Bogor ke-544. Karena itu seluruh persiapan terus dimatangkan dari sekarang, mulai dari area parkir, tata ruang pameran, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya,” ujar Dedie.
Menurutnya, pembangunan museum bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik baru, tetapi menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesadaran sejarah masyarakat serta memperkenalkan kekayaan warisan budaya Bogor kepada publik yang lebih luas.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menuju peresmian museum, Pemerintah Kota Bogor juga menyiapkan sejumlah agenda budaya, termasuk Kirab Budaya Tatar Sunda yang akan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan budaya.
Kegiatan tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap akar sejarah dan nilai-nilai budaya Sunda yang selama ini menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan Kota Bogor.
Dedie menjelaskan bahwa Museum Batutulis nantinya akan menyajikan narasi sejarah Kota Bogor secara lebih lengkap dan representatif. Pengunjung akan diajak menelusuri perjalanan panjang kota ini sejak penetapan tanggal 3 Juni sebagai Hari Jadi Bogor hingga perkembangan sosial, budaya, dan peradaban yang membentuk identitas Bogor saat ini.
Salah satu daya tarik utama museum adalah keberadaan Prasasti Batutulis yang memiliki nilai sejarah tinggi sebagai peninggalan penting Kerajaan Sunda. Prasasti tersebut akan menjadi artefak utama yang memperkuat posisi Museum Batutulis sebagai pusat pembelajaran sejarah Sunda di Indonesia.
“Prasasti Batutulis menjadi artefak utama museum ini. Berkat dukungan Menteri Kebudayaan Fadli Zon, area cungkup prasasti telah direnovasi sehingga kini tampil lebih baik dan lebih representatif untuk mendukung fungsi edukasi dan pelestarian,” jelasnya.
Selain revitalisasi kawasan prasasti, pembangunan fisik museum juga telah dilakukan melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ke depan, museum akan dilengkapi dengan berbagai koleksi bersejarah yang memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan budaya, pendidikan, serta perjalanan masyarakat Bogor dari masa ke masa.
Pemerintah Kota Bogor berharap Museum Batutulis tidak hanya menjadi destinasi wisata sejarah, tetapi juga berfungsi sebagai pusat edukasi budaya yang mampu menarik minat pelajar, akademisi, peneliti, wisatawan, hingga masyarakat umum.
Dengan hadirnya Museum Batutulis, Kota Bogor menegaskan komitmennya dalam menjaga warisan sejarah dan budaya sebagai fondasi pembangunan daerah, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat peradaban dan kebudayaan Sunda yang memiliki nilai penting dalam sejarah Indonesia.( Shofie ).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar