Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Redaksi halaman

gambar pantai

www newsskri.com. Pedoman Media Siber Kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan berekspresi, dan kemerdekaan pers adalah hak asasi manusia yang dilindungi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB. Keberadaan media siber di Indonesia juga merupakan bagian dari kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan berekspresi, dan kemerdekaan pers. Media siber memiliki karakter khusus sehingga memerlukan pedoman agar pengelolaannya dapat dilaksanakan secara profesional, memenuhi fungsi, hak, dan kewajibannya sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Untuk itu Dewan Persbersama organisasi pers, pengelola media siber, dan masyarakat menyusun Pedoman

Iklan

Tag Terpopuler

Gelar Pendidikan dan Latihan Diklat IV Kafilah Penuntun Hizbul Wathan UMBAR

Minggu, 04 Januari 2026 | Januari 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-05T00:12:43Z


Bogor,newsskri.com



Kegiatan  pendidikan dan pelatihan Hizbul ( Sabtu - Ahad, 2-3 Januari 2026 Wathan (HW) sukses diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (UMBARA) dengan menghadirkan empat pemateri yang kompeten di bidangnya. Acara ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman kader terhadap nilai sejarah, ideologi, serta keterampilan dasar kepanduan Hizbul Wathan.

Pemateri pertama, Ramanda Irawan, menyampaikan materi Sejarah Hizbul Wathan. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan asal-usul berdirinya Hizbul Wathan sebagai organisasi kepanduan Muhammadiyah yang memiliki peran penting dalam perjuangan dan pembentukan karakter generasi muda.

“Hizbul Wathan bukan hanya organisasi kepanduan, tetapi juga wadah pembinaan akhlak, disiplin, dan semangat kebangsaan yang berlandaskan nilai-nilai Islam,” ujar Ramanda Irawan dalam sesi pemaparan.

Materi kedua disampaikan oleh Rakanda Edo Darmana Manggala Putra, yang juga membahas Sejarah Hizbul Wathan dengan penekanan pada perkembangan HW di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah. Ia menekankan pentingnya regenerasi kader HW agar tetap relevan dengan tantangan zaman.

“Mahasiswa memiliki peran strategis dalam menghidupkan kembali semangat Hizbul Wathan di kampus sebagai bagian dari gerakan dakwah dan perkaderan Muhammadiyah,” ungkap Edo.

Selanjutnya, materi ketiga dibawakan oleh Rakanda Ocid, yang memberikan pelatihan praktik tali-temali. Materi ini bertujuan untuk membekali peserta dengan keterampilan dasar kepanduan yang aplikatif dan bermanfaat dalam kegiatan lapangan.

“Tali-temali adalah keterampilan dasar yang melatih ketelitian, kerja sama, dan kesiapsiagaan kader Hizbul Wathan,” jelas Rakanda Ocid saat sesi praktik berlangsung.

Sementara itu, pemateri keempat, Mad Rois, S.Th.I., M.Pd. menyampaikan materi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Dalam materinya, ia menegaskan bahwa nilai-nilai AIK merupakan fondasi utama dalam setiap aktivitas kader Hizbul Wathan.

“Kader Hizbul Wathan harus memiliki keseimbangan antara keterampilan kepanduan dan pemahaman ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,” tutur 
Mad Rois, S.Th.I., M.Pd.
Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.

Diharapkan melalui kegiatan ini, kader Hizbul Wathan di Universitas Muhammadiyah Bogor Raya dapat memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai sejarah, nilai ideologis, serta keterampilan praktis sebagai bekal dalam berorganisasi dan bermasyarakat.

Penulis : Radit Abdul Syukur (Mahasiswa Semester 1 Prodi IPA UMBARA) 


( Hari ).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update