Manado, Newsskri.com.
Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 pada 17 Agustus 2026, Rumah Sakit Bhayangkara Manado tetap berkomitmen mengutamakan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat, sekaligus menyelenggarakan rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan yang sederhana namun penuh makna.kamis 13 Agustus 2026.
Di bawah kepemimpinan Kepala Rumah Sakit Bhayangkara, AKBP Dr. Chandra Tanwisan, S.Psi., KNR., M.Fis., lembaga kesehatan ini terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan serta tata kelola rumah sakit secara menyeluruh. Semangat pengabdian ini tercermin tak hanya dalam pelayanan sehari-hari, melainkan juga dalam peringatan momen bersejarah bangsa.
Semarak Kemerdekaan di Lingkungan Rumah Sakit Kabid RS Bhayangkara, Maya Pinangkaan, S.Tr. Keb., Ns., menjelaskan bahwa suasana peringatan kemerdekaan tetap terasa di lingkungan rumah sakit, meski tidak semeriah tempat umum atau rumah ibadah.
"Kami tetap menghias ruangan, melaksanakan upacara peringatan HUT RI, serta mengadakan ziarah ke Taman Makam Pahlawan sesuai kebiasaan. Di lingkungan rumah sakit sendiri, kegiatan yang kami selenggarakan adalah lomba menghias ruangan antar-bagian," ungkap Maya Pinangkaan.
Meski ada rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan, pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak dihentikan sama sekali. Pasien tetap dilayani sebagaimana mestinya.
Khusus pasien yang datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD), pertolongan pertama diberikan segera tanpa syarat. Keselamatan dan kondisi pasien menjadi prioritas utama, sebelum mengurus segala urusan administrasi maupun pengecekan jaminan kesehatan.
Mayoritas pasien yang berobat menggunakan BPJS Kesehatan, baik BPJS Mandiri maupun yang iurannya ditanggung Pemerintah Daerah bagi masyarakat kurang mampu. Namun pihak rumah sakit mencatat kendala yang kerap berulang:
- Status kartu tidak aktif tanpa diketahui pasien: Banyak pemegang jaminan yang ditanggung pemerintah tidak menyadari kartunya sudah dinonaktifkan — hal ini sering terjadi di awal tahun, sehingga pasien baru mengetahuinya saat hendak berobat dan merasa keberatan.
Pihak RS berharap pemerintah lebih aktif menyampaikan informasi terkait perubahan status jaminan kesehatan kepada masyarakat, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman saat pelayanan.
Jika hal ini terjadi, pasien diarahkan mengonfirmasi terlebih dahulu ke pihak Kelurahan atau Dinas Sosial untuk memastikan status kepesertaan sebelum kembali berobat.
Sementara itu, untuk pelayanan pasien poli yang menggunakan BPJS Kesehatan, tetap berlaku ketentuan umum: wajib melampirkan surat rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas atau dokter keluarga.
Beragam Penghargaan — Bukti Kerja Keras Bertahun-tahun
Di bawah kepemimpinan AKBP Dr. Chandra Tanwisan, RS Bhayangkara Manado terus mencatatkan prestasi gemilang, terutama akhir 2025 hingga awal 2026:
Peringkat ke-3 Tingkat Nasional — Kategori Rumah Sakit Kelas C atas kepatuhan dan komitmen dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN); Predikat Rumah Sakit Terbaik — Meliputi aspek pengelolaan keuangan, mutu pelayanan, peningkatan kualitas, percepatan waktu tunggu, serta penerapan transformasi digital;
Terbaik I — Kategori Pagu Kecil;
Konsistensi prestasi telah ditunjukkan sejak tahun 2023 dan 2024, dan kembali menonjol pada tahun 2025.
Juga tak lupa Ernawati Djafar,S.Kep." Menambahkan Semangat pengabdian, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap masyarakat menjadi bukti nyata: RS Bhayangkara Manado tidak hanya merayakan kemerdekaan dalam upacara, melainkan juga mewujudkan kemerdekaan yang sehat dan adil bagi seluruh lapisan masyarakat" ulasnya Diruangan RS Bhayangkara itu.
Penulis : ERNY Tangkilisan/Sfrl.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar